Sabtu, 06 Agustus 2011

alaram keakraban

Suatu hari aku pergi berlibur ke tempat saudaraku karena kebetulan hari libur tiba. Ini untuk kali pertama aku kesana karena sebelumya jika saudaraku mengajakku aku selalu enggan ikut dengannya, tapi untuk kali ini aku mengiyakan ajakannya maksudku ya untuk menghormati ajakannya tersebut sekaligus  refresing. Sebelumnya aku minta izin ibu terlebih dulu, dan ibupun mengizinkanku bahkan beliau juga berkeinginan untuk ikut pergi bersamaku. Aku tentu senang mendengar pernyataan ibuku, akupun memutuskan besok pagi berangkat. Malamnya aku benar-benar gugup, entahlah kenapa bisa terasa begitu mungkin karena ini baru kali pertama bagiku. Untuk menghilangkan rasa itu, akupun menyibukan diriku dengan mengemasi pakaian untukku kenakan disana selama satu minggu. Setelah selesai mengemasi pakaian aku mulai membeli makanan ringan dan juga obat penjegah mual untuk jaga-jaga, maklum saja aku tipe orang yang gampang kena masuk angin (mual) ketika bepergian jauh. 
Akhirnya malam berganti pagi, aku sudah tidak sabar utuk pergi. Ibu masih sibuk menyiapkan barang bawaannya, salah satunya adalah makanan untukku dan untuk saudaraku disana. Aku mencoba menawarkan bantuan kepadanya, siapa tau aku bisa meringankan sedikit pekerjaannya. Syukur alhamdulillah semuanya sudah selesai, kini tinggal menunggu ibu berganti pakaian. Kamipun pergi dengan menggunakan bis umum dan tak terasa kami sampai lebih cepat dari perkiraanku. Sesampainya kami disana, kakaku menyambut kami dengan hangat. Oiya, aku sampai lupa. Tempat yang ku maksud untuk berlibur adalah sebuah resto, jadi sistem kerjanya memang resto menyediakan tempat untuk tidur dan makan ya seperti bascame gitu. Tempatnya lumayan tapi sempit, jadi tempat tidur dan dapur resto letakya berdekatan gitu. Tpi ini bukan jdi masalah bagiku, karena yag terpenting adalah orang-orangnya yang baik hati.
Setelah perjalanan jauh tentu bda ii terasa pegal, aku dan ibu langsung rebahan sekedar melepas lelah ditemani es lemon tea. Hueem,, segarnya...
Kamipun berbincang-bincang, sembari kakaku bekerja. Tugasnya tidak terlalu berat, tapi cukup melelahkan kelihatannya. Keesokn hariny ibu pulang kerumah, krena banyak pekerjaan yang tidak mungkin beliau tinggalkan, kakakupun mengantarnya hingga sampai di terminal.
Hari kedua aku di sana, aku masih belum terbiasa disan dan belum banyak tahu daerah-daerah juga, jadi ya aku habiskan waktuku di kamar sembari melihat para pegawai melakukan tugasnya. Ada yang memasak, ada yang buat piza, memndah-mindah barang, membuat sosis dan aktivitas lainnya. Kakaku menghampiriku dan mengajakku untuk membuat piza, y dari pada aku diam jadi aku putuska untuk ikut dengannya. Ternyata tidak terlalu sulit, teman-teman semua juga bisa membuatnya di rumah. Setelah selesai, aku membantu pegawai lainnya mengemas kentang. Setelah itu akupun kembali ke kamar kakakku, begitu juga dengan kakakku. Dia mengajakku makan dan kamipun menghabiskan waktu dengannya. Banyak topik yang menjadi pembahasan, salah satunya kami berencana pergi ke tempat wisata.
Haripu beran, dan kini adalah hari ketigaku. Ketika aku bangun, ternyata kakaku sudah tidak ada disampingku. Rupanya dia sedang membelikanku makanan. Aku melihat lampu kamar masih menyala, padahal hari sudah siang. Akupun mencari tombol lampu tersebut, tapi menemukan begitu banyak tombol di depanku. Aku tidak tahu dimana tepatnta tombol lampu kamar ini, aku langsung menekan tombol yang berdekatan dengan jangakauanku. Ketika aku menekan tombol itu....
Kalian tahu apa yang terjadi??? Aku mendengar alaram kebakaran begitu keras, aku dengan segera menekan kembali tombol yang ku kira tombol lampu.
Para pegawai sempat heboh, karena mendengar alaram tsb. Tapi itu tak lama, karena mereka tahu penyebab alaram berbunyi. Ya tuhan, au benar-benar syok dengan apa yang kulakukan. Aku takut, kakaku mendapat msalh krenanya ditambah rasa maliku pada para pegawai. Tak lama kemudian kakakupun pulang. Tapi aku terdiam, dan seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Tapi ternyata kakaku sudah mengetahui kejadian itu, dan kalian tahu apa yang dikatakannya? “kamu tadi tekan tombol apa? Katanya nekan alaram kebakaran yah? Ya ampun, kucu banget. Coba aja tadi aku liat sendiri, hmhmhm(sambil tersenyum). Sudahlah, jangan kau pusingkn kejadian tadi, anggap saj itu sodaoh. Karena dah buat orang ketawa.”
Akupun menimpalinya dengan suara malu, tapi kakakku mencoba menenangkanku. Aku sempat berfikir untuk pulang kerumah, tapi hal itu tidak kulakukan. Karena mereka(teman-teman kakakku) meberikan senyumnya dan merangkulku dengan keakraban. Itu terjadi selepas kejadian berbunyinya alaram kebakaran, mungkin inilah hikmah dibalik semuanya. Itulah sedikit ceritaku, aku tidak tahu bermafaat atau tidaknya. cukup sekian dariku..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar